© 2020, Sembilan Kita. Berbagi Manfaat Kehidupan by Dream Team Pradana.

Bagaimana Nasib Jasa Pijat di Tahun 2021?

Apa yang terjadi di hari ini terhadap para terapis pijat? Bagaimana nasib jasa pijat di tahun 2021 ini? Seperti apakah keadaan kehidupan pasca pemberlakuan PSBB kedua kalinya di kota Bandung? Berikut kami merangkum perjalanan Sembilan Kita sebagai aplikasi daring (online) jasa pijat dan kebersihan Bandung, yang mungkin bisa menjadi catatan bagi para pembaca dan pelanggan jasa pijat di kota Bandung.

Cukuplah untuk sekedar makan

Dahulu, pendapatan kami sebagai penjaja jasa pijat di kota Bandung bisa dibilang lebih dari cukup. Dalam sehari bisa mengantongi lebih dari sekedar untuk makan keluarga di rumah. Namun hari ini, keadaan tak lagi sama. Cukuplah untuk sekedar makan bisa dibilang sebagai bentuk rasa syukur kami ketika ikhiar pun sudah terlontar. Pemesanan via aplikasi Sembilan Kita memang lumayan menurun setelah di bulan Juni 2021 kota Bandung kembali berlaku PSBB Proporsional. Infonya, lonjakan berbagai varian virus Corona sudah dalam tahap kronis. Otomatis, menyurutkan keinginan para pelanggan yang kemungkinan besar dihinggapi rasa ketakutan.

“Yah, mau gimana lagi? sementara situasi lagi begini, untuk bisa makan sehari-hari aja udah bersyukur.” ungkap Alya, salah satu terapis wanita yang kini hanya menerima 1-2 pesanan aplikasi Sembilan Kita. Terasa memang, dan tak dapat dipungkiri dari raut wajahnya ada kekecewaan namun tak perlu dirisaukan berlarut lama. Dulunya, Alya bisa menghasilkan 4-5 orderan pijat dan membawa pulang lebih dari sekedar untuk makan, hari ini setidaknya ia bersyukur dengan merasa cukuplah untuk sekedar makan dan membawa kebahagiaan sederhana itu di rumah.

Pesan kami setidaknya waspada adalah keharusan, akan tetapi jangan berlebihan dalam menghadapi rasa takut itu sendiri. Karena para mitra Sembilan Kita sudah melakukan proses protokol kesehatan new normal yang diikuti tes kesehatan rutin.

Tahukah kamu, hingga hari ini sudah sekitar 3,110 pengunduh aplikasi Sembilan Kita! Yang mayoritas didominasi oleh warga di kota Bandung. Hatur nuhun atas kepercayaannya.

Terus berbuat lewat manfaat

Apa yang terjadi di hari esok bila kita berhenti di hari ini? Mungkin itu pertanyaan normatif yang terdengar sederhana. Nyatanya, banyak diantara kita yang justru menyalahi keadaan tanpa berpikir bagaimana caranya agar tetap kuat untuk terus berbuat. Apa yang kami punya lewat keahlian kami hanyalah itu satu-satunya untuk bisa keluar dan tetap bertahan dengan keadaan seperti ini. Menaungi lima ratusan lebih mitra terapis dan home cleaning tidaklah mudah ketika diantara mereka putus semangat di tengah jalan.

“Saya selalu berpesan, tetaplah padu ketika diterpa besarnya rasa ragu. Visi kami mendirikan Sembilan Kita adalah menjadi manfaat bagi kehidupan. Kehidupan siapapun, ketika niat awalnya tulus, Insya Allah sisanya mengikuti, termasuk uang.”

k.m Hurayra, founder sembilan kita

Mungkin baru sedikit yang mengetahui, bagaimana Mang Wawan, salah satu mitra tunanetra Sembilan Kita bisa menjadi contoh bagi yang lainnya. Dimana keterbatasan panca indera tak pernah menyurutkan langkahnya untuk berikhtiar dan percaya bahwa harapan itu akan menjadi sebuah jalan ketika diiringi berbagai ikhtiar. Mang Wawan dan kawan tunanetra lainnya memang dipersiapkan oleh Sembilan Kita bagi mereka yang membutuhkan jasa pengalaman dan berbagi rizki dengan para tunanetra.

Mang Wawan, mitra tunanetra yang berpartisipasi di aplikasi Sembilan Kita

Alasan kami mengajak rekan tunanetra di masa pandemi jelas beralasan. Apa yang diberitakan Kompas bagaimana nasib rekan tunanetra di daerah Sumatera Utara jelas nyata. Kami berbagi rizki yang mungkin memang tak banyak kepada mereka yang menjalani kehidupan ini tak seberuntung kita yang dikaruniai lengkapnya panca indera.

Dan kami pun memberanikan diri untuk terus melaju, dengan membuka salah satu layanan premium yang memang sengaja ditujukan untuk pelanggan yang membutuhkan sentuhan elegan dengan Inara Home Spa dan Daddy Super Clean. Jasa pijat rumahan dan jasa kebersihan kota Bandung.

Inara Premium Home Spa

Bersabar dan bersyukur

Bukankah setelah berusaha, sikap manusia hanyalah dihadapkan pada dua sisi? Bersabar dan bersyukur. Kedua hal itulah yang kami selalu jadikan pijakan dalam menjalani berbagai cobaan dalam organisasi Usaha Kecil Menengah ini. Setelah konferensi pers di bulan Desember 2020 lalu, kami berpikir kemungkinan terburuk dari musim pandemi ini hanyalah bisa dilalui dengan semangat dan tekad yang pekat. Ketakutan hanyalah bisa dilalui dengan kebersamaan, keyakinan bahwa Tuhan takkan pernah begitu saja membiarkan umatnya ketika ikhtiar, bersabar, dan bersyukur sudah dilakui.

Mang Yayat, satu diantara pendiri Sembilan Kita selalu berujar, “Apa yang bisa kita lakukan sih setelah kita mencoba dan ikhtiar? nya, cuma bersabar dan bersyukur. Rizki itu ada yang ngatur, tapi kita coba terus untuk tetap menjemputnya.”

Tak pelak memang, menghindari merosotnya ekonomi di tengah pandemi begini agak sulit. Akan tetapi, kebersamaan kami lewat upaya aplikasi jasa pijat dan kebersihan online, merupakan bentuk wujud bahwa kami tak pernah berlebihan dalam menghadapi rasa takut. Mari bersama kita lalui pandemi ini dengan semangat dan kepercayaan satu sama lain sebagai makhluk sosial.

Homo homini socio.

Author avatar
Sembilan Kita
https://sembilankita.com

Post a comment