Dark

Light

Dark

Light

Scroll to top

Sembilan Kita, berbagai alasan dan harapan demi kehidupan

Sembilan Kita hadir sampai hari ini karena sebuah tujuan, disertai berbagai alasan, doa terucap, dan tumpukan harapan dalam benak kami sebagai penyedia jasa layanan.

Setiap momen dalam kehidupan kita bukanlah sebuah kebetulan. Tak terpikirkan pula ditutupnya layanan GO LIFE di pertengahan tahun 2020 ketika pandemi mewabah luas, membawa kami di sini akhirnya dengan adanya Sembilan Kita.

Sekedar berbagi cerita Sembilan Kita, memaknai kehidupan adalah kultur lekat urang Sunda dari dahulu, Leuenyeupan Hirup. Berbagai alasan dalam memaknai kehidupan dengan kehadiran aplikasi Sembilan Kita.

Bermanfaat bagi sesama dalam hidup.

Ketika salah satu dari kami pernah ditunjuk sebagai Ketua RW di lingkungan rumahnya, semua memandang dirinya dengan awalan sebuah titel. Memang bernilai dipercaya warga. Namun nilai itu pun akhirnya menguap hilang seketika pasca ia tak lagi menjabat. Tak aneh memang, kita cenderung memandang kehidupan ibarat memandang sebuah bentuk yang haruslah mengandung nilai, belum tentulah bermanfaat. Bermanfaat bagi sesama itu terlihat mudah namun seringkali susah kenyataannya.

Teruslah berjuang, berpikir, dengan inovasi.

Mun Teu Ngoprék Moal Nyapék, Mun Teu Ngakal Moal Ngakeul, Mun Teu Ngarah Moal Ngarih.

Usah resah gelisah dengan berusaha.

Kegamangan hati di tengah situasi pandemi terombang-ambing seperti kita ini diterjang ombak ganas. Resah nan gelisah hanya mampu dicari jalan keluarnya dengan berusaha, cukuplah sudah kita menggerutui keadaan yang tak pelak lagi kita hindari, pahit memang. Tugas kita dengan Sembilan Kita bukanlah sekedar menggapai garis kemenangan, namuan tetaplah dalam menikmati perjuangan. Manis atau pahit hanya ini yang kami punya dengan keahlian yang ada dalam diri. Berusaha dengan jalan berkah. Kegelisahan hanya bisa dijawab dengan perbuatan. Harapan hanyalah impian bila kita hanya ingin sebuah ilusi. Solusi harus diikuti aksi, pandemi ini tak mudah, biarlah terusir resah kita dengan satu kata: berusaha. Berusaha agar jasa kami diminati warga di kota yang konon katanya dibuat ketika Tuhan sedang tersenyum, Bandung.

Bagaikan di hati yang sedang gelisah
daun daun berguguran satu satu jatuh kepangkuan,
kutenggelam sudah kedalam dekapan semusim yang lalu
sebelum ku mencapai langkahku yang jauh.
Gelisah kumenanti tetes embun pagi,
tak kuasa kumemandang datangnya matahari
Kini yang dulu bukan milikku musim berlalu,
Matahari segera berganti dengan asa dan harapan.

Tetaplah berusah, usah resah karena manusia punya Dia.

– Sembilan kita

Rasa cinta yang melebihi rasa ketakutan.

Jutaan manusia di bumi ini semakin takut. Pandemi semakin menjadi, ketakutan ibarat menu keseharian sang manusia di hari ini. Jujur pun kami pasti ada rasa takut, yang entah mengapa seringkali dikalahkan oleh sebuah kecintaan. Rasa cinta dan sayang kami demi mereka di rumah, berharap sebuah gelak tawa selalu mengisi. Kami hanya memiliki profesi begini adanya, tak mudah realitanya. Pandangan mereka kepada kami terapis pijat, tukang bebersih, dan kurir makanan memang rahasia umum di mata mereka sebagai profesi rendahan. Tapi inilah kami adanya. Kilas balik sebuah petuah dari salah satu diantara kami. Pertanyaan sang anak itu terjawab sudah ketika ayahnya, yang saat itu ia tak mengira umurnya hanya beberapa minggu lagi berucap sebuah jawaban dengan nada suaranya yang semakin lemah karena sakit kronis:

Jalan menuju kebahagiaan terletak pada dua prinsip sederhana: temukan apa yang menarik untuk kamu dan dapat kamu kerjakan dengan baik, dan ketika menemukannya, kerahkan segenap jiwa,setiap energi dan ambisi dan kemampuan alamiah yang kamu miliki ke dalamnya

“Kebersamaan”: Harus ada kekompakan serta visi yang sama dalam melakukan kerja sama. Kekompakan adalah suatu keharusan bagi siapapun yang ingin melakukan kerja sama, baik itu soal pekerjaan, kebaikan dan pernikahan sekalipun.  Neangan luang ti papada urang, ucap mang yana.

Terakhir, bersabar dan bersyukur.

Walaupun hidupku tak seindah pelangi,kecintaanku akan Engkau semakin membumi,malam malam sujudku penghibur sedihku,malam malam sujudku penawar dosa dan pahalaku, malam malam sujudku melebihi dari kata kataku…kepadaMU…malam malam sujudku…..

Tentukan tujuan dan target jangan terbawa suasana dan keadaan. Tujuan dan target akan mempermudah seseorang untuk bergerak dalam meraih impian atau tujuan-tujuannya. Karena dapat dikatakan ia memiliki sudah memiliki rule and track, artinya tinggal berjalan saja di atasnya. Selain itu ketika telah ada tujuan dan target, seorang tidak akan mudah berganti, tergoda, menyimpang ataupun melakukan hal yang tidak perlu.

Author avatar
Sembilan Kita
https://sembilankita.com